Halo Sobat Pipa!
Pipa baja tidak hanya digunakan untuk sektor migas atau distribusi energi, tetapi juga memiliki peran vital dalam aplikasi struktural. Mulai dari tiang pancang, pondasi jembatan, pondasi dermaga, rangka bangunan, tiang penerangan jalan, tiang telekomunikasi, tiang listrik, hingga sistem hidran kebakaran, pipa baja struktural menjadi tulang punggung pembangunan infrastruktur. Untuk mendukung berbagai penggunaan tersebut, mari kita bahas standar dan spesifikasi pipa baja struktural yang menjadi acuan dalam industri.
SNI 0068:2013
SNI 0068:2013 adalah standar untuk pipa baja konstruksi umum. Artinya, pipa baja yang diproduksi sesuai standar ini digunakan untuk aplikasi struktural ringan hingga menengah, seperti rangka bangunan, tiang penerangan jalan, tiang telekomunikasi, dan tiang listrik. Fokusnya pada dimensi, toleransi, dan sifat mekanis yang cukup untuk mendukung konstruksi umum.
Pipa Baja SNI 0068:2013 tersedia dengan 3 metode pengelasan, yaitu ERW (Electric Resistance Welding), LSAW (Longitudinal Submerged Arc Welding) dan HSAW (Helical Submerged Arc Welding). SNI 0068:2013 tersedia dengan 2 dimensi yaitu pipa baja bulat dan pipa baja persegi, untuk pipa baja bulat dengan diameter luar mulai dari 21,7 mm (½ inch) sampai dengan 1.016,0 mm (40 inch) dan untuk diameternya mulai dari 2,0 mm sampai dengan 22,0 mm.
Aplikasi pipa baja SNI 0068:2013, produk tersebut digunakan secara luas untuk proyek konstruksi sipil dan arsitektural, pembangunan menara baja dan scaffolding, Infrastruktur umum yang membutuhkan pipa baja berkualitas tinggi.
SNI 8052:2013
Standar pipa baja yang lebih spesifik untuk pipa baja pancang (piling). Standar ini memastikan pipa baja memiliki kekuatan tekan dan ketahanan deformasi yang memadai untuk digunakan sebagai pondasi jembatan, dermaga, atau proyek infrastruktur berat. Jadi, SNI 8052:2014 memang ditujukan untuk aplikasi pondasi/pancang, bukan konstruksi umum.
Terdapat 3 metode pengelasan pada Pipa Baja SNI 8052:2013 yaitu ERW (Electric Resistance Welding), LSAW (Longitudinal Submerged Arc Welding) dan HSAW (Helical Submerged Arc Welding). Diameter luar pipa baja SNI 8052:2013 tersedia mulai dari 60,3 mm (2 inch) sampai dengan 1.625,6 mm (64 inch) dengan ketebalan bervariasi sesuai dengan diameter luar diantaranya mulai dari 3,9 mm sampai dengan 25,0 mm.
Penggunaan atau aplikasi pipa baja SNI 8052:2013 biasanya digunakan untuk pondasi bangunan bertingkat, jembatan dan dermaga, infrastruktur transportasi dan pelabuhan, serta untuk proyek konstruksi berat lainnya.
ASTM A252
ASTM A252 adalah standar internasional yang mengatur steel piling pipe. Pipa baja ini digunakan secara luas untuk tiang pancang, pondasi jembatan, dermaga, dan proyek konstruksi berat lainnya. Standar ini menetapkan persyaratan kekuatan tekan, ketahanan deformasi, serta komposisi kimia baja karbon (C, Mn, P, S) agar pipa mampu menahan beban berat dan kondisi lingkungan.
Metode pengelasan yang tersedia adalah ERW, LSAW, HSAW. Diameter luar mulai dari 60,3 mm (2 inch) hingga 3.556,0 mm (140 inch). Ketebalan dinding bervariasi sesuai dengan diameter luar umumnya 2,7 mm hingga 25,4 mm. Aplikasi produk dari ASTM A252 digunakan untuk pondasi jembatan, dermaga, pelabuhan, dan proyek infrastruktur berat.
JIS G3444
JIS G3444 adalah standar Jepang untuk carbon steel pipe yang digunakan dalam rekayasa sipil dan arsitektur, seperti menara baja, scaffolding, tiang pondasi, pondasi bangunan, dan tiang untuk penanggulangan longsor. Standar ini menekankan pada konsistensi dimensi dan sifat mekanis agar pipa baja dapat digunakan dengan aman dalam berbagai aplikasi struktural.
Metode pengelasan yang tersedia yaitu ERW, LSAW, HSAW. Diameter luar mulai dari 21,7 mm (½ inch) hingga 1.016 mm (40 inch). Ketebalan dinding bervariasi sesuai dengan diameter luar yaitu mulai dari 2,0 mm hingga 22 mm. Aplikasi pipa baja JIS G3444 digunakan untuk rangka bangunan, jembatan dan struktur umum.
JIS A5525
JIS A5525 adalah standar Jepang untuk steel pipe piles. Pipa baja las pancang JIS A5525 digunakan sebagai pondasi struktur, terutama di bidang rekayasa sipil dan arsitektur. Pancang yang digunakan untuk pencegahan longsor juga termasuk dalam cakupan standar ini. Fokus utamanya adalah memastikan pipa baja memiliki kekuatan tekan tinggi, daya tahan terhadap deformasi, serta ketahanan terhadap lingkungan tanah dan air.
Metode pengelasan JIS A5525 yaitu ERW, LSAW, HSAW. Diameter luar yang tersedia mulai dari 318,5 mm (12 inch) hingga 2.000 mm (80 inch), dengan ketebalan dinding bervariasi mulai dari 6,9 mm sampai dengan 25 mm. Untuk aplikasi umumnya digunakan untuk pondasi dermaga, jembatan, pelabuhan, dan proyek konstruksi berat lainnya.
Penutup
Memahami standar pipa baja struktural sangat penting dalam perencanaan proyek konstruksi. Dengan mengacu pada SNI 0068:2013, SNI 8052:2014, ASTM A252, JIS G3444, dan JIS A5525, proyek infrastruktur dapat dibangun dengan aman dan kokoh.
Southeast Asia Pipe Industries siap mendukung kebutuhan pipa baja struktural sesuai standar nasional maupun internasional, untuk mendukung pembangunan Indonesia di berbagai sektor. Jika Anda mempunyai kebutuhan pipa baja struktural untuk proyek infrastruktur, hubungi tim sales dan marketing kami, tim ahli Engineer kami akan membantu Anda. Sampai jumpa lagi di artikel #SEAPIPipeInsights! selanjutnya.
[Klik di sini untuk kontak WhatsApp Marketing & Sales]