Heat stress biasanya muncul dengan tanda-tanda awal seperti kulit memerah, pusing, haus berlebihan, dan denyut jantung meningkat jika dibiarkan, kondisi ini dapat berkembang menjadi heat exhaustion atau bahkan heat stroke yang mengancam nyawa. Pekerja dan supervisor perlu memahami gejala-gejala ini agar dapat mengambil tindakan cepat sebelum kondisi memburuk.
Tubuh yang bekerja di area panas mengeluarkan banyak cairan melalui keringat. Karena itu, pekerja harus rutin minum air walaupun tidak merasa haus. Air dingin, oralit ringan, atau minuman elektrolit dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mencegah dehidrasi.
Melakukan pekerjaan fisik berat tanpa jeda di area industri panas meningkatkan risiko kelelahan. Penerapan jadwal istirahat teratur di ruang pendingin atau area dengan ventilasi baik merupakan strategi sederhana namun sangat efektif dalam mengurangi panas tubuh secara bertahap.
APD seperti pakaian yang menyerap keringat, helm berventilasi, sarung tangan khusus panas, dan sepatu kerja yang tidak memerangkap panas dapat membantu menurunkan risiko heat stress. Perusahaan juga perlu memastikan bahwa APD tidak justru menghambat sirkulasi udara atau meningkatkan suhu tubuh pekerja.
Ventilasi yang baik, pemasangan exhaust fan, sistem pendingin evaporatif, atau penambahan blower dapat membantu menurunkan suhu di area kerja. Pada situasi tertentu, pengaturan shift kerja atau penyesuaian beban kerja perlu dilakukan untuk mencegah paparan panas berlebihan.
Edukasi rutin mengenai cara mencegah heat stress, penanganan darurat, dan prosedur keselamatan kerja sangat penting untuk memastikan seluruh pekerja memahami risiko dan langkah protektif yang harus dilakukan. Pelatihan ini bisa menjadi pagar pelindung pertama bagi kesehatan tim industri.
Heat stress adalah ancaman nyata bagi pekerja di lingkungan industri bersuhu tinggi, namun risiko tersebut dapat dikurangi secara signifikan melalui hidrasi yang cukup, jadwal istirahat teratur, penggunaan APD yang sesuai, serta pengendalian suhu lingkungan. Dengan kesadaran dan upaya bersama, keselamatan dan kesehatan pekerja dapat tetap terjaga, sekaligus menjaga produktivitas operasional perusahaan.